Pengobatan tradisional sering kali dipandang sebelah mata di tengah kemajuan medis modern, namun praktik menjalani kerokan tetap bertahan sebagai solusi populer masyarakat Indonesia untuk mengatasi gejala masuk angin. Secara ilmiah, kerokan adalah bentuk terapi dermabrasi yang bertujuan untuk merangsang permukaan kulit dengan alat tumpul guna menciptakan kemerahan yang disebut petechiae . Fenomena kulit yang memerah ini sebenarnya menunjukkan adanya pecahnya pembuluh darah halus di bawah permukaan kulit, yang kemudian memicu serangkaian respons biologi untuk memperbaiki jaringan dan meningkatkan sistem perlindungan tubuh secara alami dan instan.
Salah satu efek utama yang dirasakan saat seseorang menjalani kerokan adalah terjadinya vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah di area yang digosok. Proses ini secara langsung mengakibatkan peningkatan suhu lokal pada kulit dan mempercepat sirkulasi oksigen ke jaringan otot yang tegang. Aliran darah yang lebih lancar membantu pembuangan tumpukan asam laktat dan sisa metabolisme yang menyebabkan rasa pegal dan linu pada tubuh. Selain itu, rangsangan pada kulit ini juga memicu pelepasan hormon endorfin, yaitu pereda nyeri alami yang diproduksi oleh otak, sehingga penderita akan merasa lebih rileks dan nyaman segera setelah terapi selesai dilakukan.
Secara imunologis, menjalani kerokan juga diyakini dapat merangsang aktivitas sel-sel darah putih untuk lebih aktif dalam melawan peradangan. Munculnya bercak merah di kulit diinterpretasikan oleh tubuh sebagai luka ringan yang harus segera disembuhkan, sehingga sistem imun akan memobilisasi sumber dayanya ke area tersebut. Hal ini secara tidak langsung membantu meningkatkan daya tahan tubuh secara keseluruhan, terutama saat seseorang berada pada fase awal gejala flu atau kelelahan akut. Meskipun terlihat menyakitkan, bagi mereka yang sudah terbiasa, sensasi hangat yang muncul setelah pengerokan memberikan efek sedatif yang membantu mereka untuk tidur lebih nyenyak dan mempercepat proses pemulihan fisik.
Namun, dalam menjalani kerokan , ada beberapa batasan medis yang harus diperhatikan agar tidak menimbulkan efek samping yang merugikan. Sangat tidak disarankan untuk mengerok langsung pada bagian atas tulang atau area yang memiliki luka terbuka, karena hal tersebut dapat merusak struktur jaringan dan memicu infeksi kulit. Penggunaan minyak urut atau balsam sebagai pelumas sangat penting untuk mengurangi kerusakan yang terlalu tajam yang bisa merusak lapisan epidermis. Selain itu, penderita gangguan pembekuan darah atau mereka yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah sebaiknya menghindari terapi ini untuk mencegah terjadinya pendarahan bawah kulit yang berlebihan dan sulit berhenti.