Fenomena aneh terjadi di pasar-pasar tradisional di beberapa kota besar. Meskipun stok beras dilaporkan melimpah, harga beras di pasaran justru tetap tinggi. Kondisi ini membuat pemerintah kota (Pemkot) kebingungan dan berupaya mencari solusi agar harga beras kembali stabil.
Menurut data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, stok beras di gudang Bulog dan distributor cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa harga beras di tingkat pengecer masih melambung tinggi.
“Kami bingung, stok beras banyak, tapi kenapa harga di pasar tetap tinggi? Kami akan segera berkoordinasi dengan Bulog dan distributor untuk mencari tahu penyebabnya,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota X, Bapak Yanto, pada konferensi pers yang digelar Rabu (19/06/2024).
Salah satu dugaan penyebab tingginya harga pasar adalah adanya permainan spekulan yang menahan stok untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Selain itu, rantai distribusi yang panjang juga diduga menjadi faktor pemicu kenaikan harga.
“Kami akan menindak tegas para spekulan yang terbukti menahan stok beras. Kami juga akan mengefisienkan rantai distribusi agar harga pasar bisa lebih terjangkau oleh masyarakat,” tegas Bapak Yanto.
Pemkot juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan membeli beras secara berlebihan. “Stok beras cukup, jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Kami akan terus berupaya menjaga stabilitas harga pasar,” tambah Bapak Yanto.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga pasar lebih lanjut, Pemkot berencana menggelar operasi pasar dan pasar murah di beberapa titik strategis. Operasi pasar ini akan menjual beras dengan harga di bawah standar pasar.
“Kami akan menggelar operasi pasar dan pasar murah secara berkala untuk membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang lebih murah,” jelas Bapak Yanto.
Pemkot juga mengajak masyarakat untuk ikut serta memantau pergerakan harga pasar di pasar. Jika menemukan adanya indikasi kecurangan atau penimbunan, masyarakat diminta untuk segera melaporkannya ke pihak berwenang.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi mata dan telinga pemerintah. Jika ada indikasi kecurangan, segera laporkan agar bisa kami tindaklanjuti,” pungkas Bapak Yanto.