Kabar duka datang dari Yogyakarta, seorang mahasiswa tewas yang diketahui berasal dari Jakarta Timur ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya yang terletak di kawasan Pogungrejo, Sleman. Penemuan mahasiswa tewas ini terjadi pada hari Jumat, 9 Mei 2025, sekitar pukul 19.00 WIB. Korban yang diketahui bernama Rio Pratama (21 tahun), merupakan mahasiswa semester empat di salah satu universitas swasta ternama di Yogyakarta.
Penemuan mahasiswa tewas ini bermula ketika teman-teman korban merasa khawatir karena Rio tidak dapat dihubungi sejak pagi hari. Setelah beberapa kali mencoba menghubungi tanpa hasil, mereka memutuskan untuk mendatangi kamar kos Rio. Setibanya di sana, kamar kos Rio terkunci dari dalam dan tidak ada respons saat dipanggil. Dengan bantuan pemilik kos, pintu kamar Rio akhirnya dibuka dan mereka mendapati Rio sudah dalam keadaan tidak bernyawa di atas tempat tidurnya.
Kapolsek Mlati, Kompol Agus Salim, membenarkan adanya penemuan mahasiswa tewas tersebut. “Kami menerima laporan dari warga dan langsung menuju lokasi kejadian. Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Kompol Agus saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi kejadian pada Sabtu pagi. Pihak kepolisian telah melakukan identifikasi terhadap jenazah korban dan menghubungi pihak keluarga di Jakarta Timur.
Saat ini, jenazah mahasiswa tewas tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk dilakukan visum et repertum guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Rio, namun dugaan sementara mengarah pada sakit yang diderita korban. Beberapa teman korban menuturkan bahwa Rio sempat mengeluh tidak enak badan beberapa hari terakhir.
Pihak universitas tempat Rio menimba ilmu juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian salah satu mahasiswanya. “Kami sangat kehilangan sosok Rio. Ia dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan berprestasi. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Rektor Universitas setempat melalui keterangan tertulis. Kasus mahasiswa tewas ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan, terutama bagi para mahasiswa yang jauh dari keluarga dan memiliki aktivitas yang padat. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut sambil menunggu hasil visum dari rumah sakit.