Gelombang unjuk rasa kembali marak di depan gedung rektorat perguruan tinggi akibat penyesuaian biaya kuliah tunggal yang dinilai sangat membebani para orang tua siswa. Massa aksi membawa berbagai spanduk kritik dan menuntut pembatalan kenaikan tarif pendidikan yang dirasa tidak berpihak pada kalangan ekonomi menengah ke bawah. Kehadiran para mahasiswa Yogyakarta dalam demonstrasi damai ini mencerminkan rasa solidaritas yang tinggi terhadap kawan-kawan mereka yang terancam putus kuliah. Aksi berlangsung dengan tertib.
Perwakilan massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi ilmiah yang menyoroti komersialisasi pendidikan tinggi yang semakin menjauhkan akses bagi rakyat kurang mampu. Mereka menuntut pihak pengelola kampus untuk membuka transparansi rincian alokasi anggaran operasional serta melibatkan mahasiswa dalam perumusan kebijakan tarif pendidikan. Perjuangan mahasiswa Yogyakarta ini mendapat simpati luas dari jajaran alumni dan masyarakat umum yang peduli akan masa depan pendidikan nasional. Audien bersama pimpinan perguruan tinggi didorong segera terwujud.
Kenaikan biaya pendidikan yang tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas fasilitas belajar mengajar memicu rasa ketidakpuasan mendalam di kalangan sivitas akademika kampus. Banyak siswa dari keluarga kurang mampu terancam tidak dapat melanjutkan studi akibat tidak sanggup membayar cicilan biaya kuliah yang melonjak drastis. Tuntutan keras mahasiswa Yogyakarta menekankan bahwa pendidikan merupakan hak dasar warga negara yang wajib dijamin dan dijangkau oleh semua lapisan. Dialog terbuka menjadi jalan terbaik penyelesaian konflik.
Pihak rektorat akhirnya menemui para demonstran dan berjanji akan mengkaji ulang penetapan golongan biaya kuliah serta membuka skema bantuan beasiswa lebih luas. Evaluasi terhadap kebijakan beban biaya belajar akan dilakukan dengan melibatkan perwakilan lembaga mahasiswa secara langsung dalam tim perumus. Kampus berkomitmen untuk tidak mengeluarkan siswa yang mengalami kesulitan finansial secara sepihak. Solusi atas permasalahan ini ditargetkan selesai dalam pekan ini.
Massa aksi membubarkan diri secara tertib setelah menyerahkan berkas tuntutan resmi kepada jajaran pimpinan universitas di lokasi demo. Semangat kritis generasi muda dalam memperjuangkan hak-hak pendidikan harus terus didukung secara positif demi kemajuan kualitas sumber daya manusia bangsa. Transparansi dan keadilan dalam tata kelola perguruan tinggi menjadi syarat mutlak terwujudnya pendidikan bermutu. Semoga kesepakatan terbaik bagi kedua pihak dapat segera tercapai.