Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) mengusulkan penerapan perkerasan jalan ramah lingkungan sebagai solusi alternatif dalam pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia. Usulan ini didasarkan pada kepedulian terhadap dampak negatif pembangunan jalan konvensional terhadap lingkungan.

Latar Belakang dan Permasalahan:

  • Pembangunan jalan konvensional dengan perkerasan aspal atau beton memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti peningkatan suhu permukaan jalan, peningkatan limpasan air hujan, dan penurunan kualitas air tanah.
  • Perkerasan jalan konvensional juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca dan efek pulau panas perkotaan.
  • Perubahan iklim dan peningkatan frekuensi bencana alam, seperti banjir dan kekeringan, semakin memperparah dampak negatif pembangunan jalan konvensional.

Konsep Perkerasan Jalan Ramah Lingkungan:

  • Perkerasan jalan ramah lingkungan adalah konsep pembangunan jalan yang mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
  • Konsep ini mencakup penggunaan material daur ulang, penerapan teknologi perkerasan berpori, dan integrasi ruang terbuka hijau di sekitar jalan.
  • Konsep ini juga meliputi, penggunaan bahan dengan daya serap yang baik, agar air hujan dapat kembali ke tanah, dan tidak menyebabkan banjir.

Keunggulan Perkerasan Jalan Ramah Lingkungan:

  • Mengurangi dampak efek pulau panas perkotaan.
  • Meningkatkan penyerapan air hujan dan mengurangi risiko banjir.
  • Meningkatkan kualitas air tanah.
  • Mengurangi emisi gas rumah kaca.
  • Menciptakan lingkungan jalan yang lebih nyaman dan estetis.

Usulan UGM:

  • UGM mengusulkan penerapan perkerasan jalan ramah lingkungan dalam pembangunan jalan baru dan rehabilitasi jalan yang sudah ada.
  • UGM juga mendorong pemerintah untuk menyusun regulasi dan standar teknis terkait perkerasan jalan ramah lingkungan.
  • UGM juga mengadakan seminar atau webinar, yang membahas tentang perkerasan jalan yang ramah lingkungan.
  • Salah satu contoh dari pengaplikasian konsep jalan ramah lingkungan ini, dapat di lihat pada Smart Green Learning Center (SGLC) UGM.

Dukungan dan Implementasi:

  • Usulan UGM ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan praktisi di bidang infrastruktur jalan.
  • Pemerintah telah mulai mengimplementasikan konsep perkerasan jalan ramah lingkungan dalam beberapa proyek pembangunan jalan di Indonesia.

Poin-poin Penting:

  • Penerapan perkerasan jalan ramah lingkungan adalah solusi alternatif untuk mengurangi dampak negatif pembangunan jalan konvensional terhadap lingkungan.
  • Konsep ini memiliki berbagai keunggulan, baik dari segi lingkungan maupun sosial ekonomi.
  • UGM mendorong pemerintah dan semua pihak terkait untuk mendukung dan mengimplementasikan konsep ini secara luas di Indonesia.

Penerapan perkerasan jalan ramah lingkungan diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur jalan yang berkelanjutan di Indonesia.

UGM Usulkan Penerapan Perkerasan Jalan Ramah Lingkungan